Nganggung

3_kmw10_nganggung1

1 Muharram 1431 H telah tiba , menandakan pergantian tahun bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia .

Untuk menyambut dan merayakan datangnya 1 Muharram ini ,  di kampung makngah dilaksanakan acara adat   ‘nganggung’.

Nganggung itu apa sich , makngah  ?

Nganggung adalah kegiatan membawa  makanan dari rumah masing-masing dengan menggunakan dulang . Namun ada juga sebagian kecil dari masyarakat yang menggunakan rantang . Makanan yang dibawa dapat berupa aneka kue , atau buah-buahan , atau boleh juga nasi lengkap dengan lauk pauknya .

Tradisi nganggung adalah budaya yang sudah mendarah daging bagi masyarakat  di negeri serumpun sebalai ini .

Setiap hari-hari besar keagamaan seperti 1 Muharram , Maulid Nabi , isro’ Mi’roj , Nuzul Qur’an , Idhul Adha , Idul Fitri,  selalu dirayakan dengan tradisi nganggung.

Waktu pelaksanaan nganggung biasanya bervariasi , tidak mutlak harus sama antara satu desa dengan desa yang lain , tergantung kesepakatan bersama antara penduduk desa masing-masing. Ada desa yang menyelenggarakan nganggung selepas maghrib , ada yang menyelenggarakannya jam 07.00 .Ada pula yang menyelenggarakan kegiatan ini jam 10.00 pagi , setelah paginya masyarakat bergotong royong membersihkan mesjid .Dan ada pula desa yang melakukan kegiatan nganggung ini pada jam 16.00 , setelah sholat ashar .

Tempat pelaksanaan nya pun berbeda-beda sesuai dengan sarana  yang tersedia . Ada yang menyelenggarakan tradisi ini di mesjid , di langgar , di  mushola ,  dan ada pula yang menyelenggarakannya  di rumah adat atau di balai adat .

Biasanya acara dimulai dengan siraman rohani berupa pengajian dan ceramah keagamaan . Beberapa pengumuman penting pun dapat disampaikan di sini . Kemudian acara dilanjutkan dengan  do’a bersama . Setelah itu acara ditutup dengan makan bersama  sambil saling bersilaturrahim dengan sahabat dan kerabat .

3_kmw10_nganggung2

Selain untuk menyambut dan merayakan hari-hari besar keagamaan , nganggung juga dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan , seperti gubernur , bupati atau tamu kehormatan lainnya. Untuk menghormati tamu yang datang . biasanya masyarakat menyambut dan menjamu tamu secara bergotong royong yaitu dengan tradisi nganggung .

Nganggung juga sering dilakukan sebagai ungkapan  turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warga . Pada 7 hari setelah masa berkabung biasanya masyarakat juga melaksanakan ritual tahlilan yang diikuti dengan tradisi nganggung .

Semoga saja tradisi nganggung yang  telah mendarah daging secara turun temurun pada masyarakat Bangka Belitung ini tidak lekang diterjang zaman .

Dengan tradisi  ini kita dapat menunjukkan rasa solideritas , kepedulian , kebersamaan ,  gotong royong dan selalu menjaga serta menjalin tali kekeluargaan dan hubungan silaturrahim antara sesama .

Semoga saja semua generasi mampu menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya yang bernuansa Islami dan sarat makna ini .

Selamat Tahun Baru 1431 H.

Semoga kita selalu mendapat tuntunan dalam menuju hidayahNYA

agar kita selalu berada di jalan NYA

menjalankan perintahNYA

dan menjauhi segala larangan NYA

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang diberi nikmat

dan pandai mensyukurinya.

sumber : http://gumala.wordpress.com/2009/12/18/nganggung-adat-dan-tradisi-lambang-kebersamaan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s